comment allez vous !

August 11th, 2008

demi kerjaan

Posted by aku-cintateman in healthy life style

wuih demi kerjaan … gw tadi datang jam 2 di eksman … yah dari jakarta gitu … dari rumah aja telat dikit … trus nyampe bogor jam 9.30 dapet kereta langsung capcus … dan gitu sampe acc center yah telat dikit … jam 12 baru di wawancara … gw bego banget deh … engga bener jawabnya … ya sudah lah …

gw besok pagi buta mau berangkat ke jakarta lagi … ke bukopin pusat gitu …

semoga selamat dan sampai tujuan di jalan MT haryono … gw pun engga mudeng daerah jakarta … semoga dengan ini semua gw bisa mengetahui daerah jakarta …

amin …

August 6th, 2008

sakit gigi niy

Posted by aku-cintateman in healthy life style

duh kumat lagi deh sakit gigi-nya …

yang bikin engga enak yah hari ini ada panggilan untuk fgd dan interview ama hrd gitu …

maaf banget yah …

hehehe …
uuuhhh sakit banget kali yah …

btw ,… tadi gw liat ada lowongan di bank muamalat gitu … pengen banget … cumannya udah telat ah … jadi malaysia … alias malas ..

hari ini udah beres semua kerjaan gw di ekstensi dan gw mau beberes aja ah …

sekarang lagi coba2 apply lagi ke area pekerjaan yang lain …

eh semua orang dah mulai sidang loh …
semangat dan sukses yah …

August 1st, 2008

Proposal Nikah ?

Posted by aku-cintateman in Religion

Proposal Nikah

 
Latar BelakangIbunda dan
Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga
Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus
memberikan nikmatNya kepada kita. Amin

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah,
saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah
berfirman : “Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di
ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui
dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu”.

Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling
membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian
Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia
melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang
didapatkannya..Na’udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : “Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan    yang    buruk lagi kotor” (Qs. Al Israa’ : 32).

Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu
sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan
perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka
yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu
dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah.
“Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih
ngumpulin barang dulu,” ataupun Kerja belum mapan , belum cukup siap
untuk berumah tangga��, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih
mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat
maksiat. Wallahu a’lam.

Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda
yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk
saya torehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di� majalah
Islam, pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut
perhatian kita..Astaghfirullah.. Ibunda dan Ayahanda..inilah antara
lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.

Dasar Pemikiran

Dari Al Qur��an dan Al Hadits :

  1. �”Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu,
    dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki
    dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN
    MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas
    (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.”
          (QS. An      Nuur (24) : 32).
  2. “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat      kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
  3. �Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan
    semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka
    maupun dari apa yang tidak mereka ketahui�� 
    (Qs. Yaa Siin (36) :      36).
  4. Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri)
    dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia
    ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan
    rezeki yang baik-baik
          (Qs. An Nahl (16) : 72).
  5. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan
    untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan
    merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan
    sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
    tanda-tanda bagi kaum yang berpikir
    .      (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
  6. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian
    mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain.
    Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar,
    mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan
    Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah
    Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
          (Qs. At Taubah (9) : 71).
  7. Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang
    telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya,
    kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak
    sekali.
          (Qs. An      Nisaa (4) : 1).
  8. Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang
    baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka
    ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga)
    (Qs. An Nuur (24) : 26).
  9. ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua,
    tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku
    adil, maka (nikahilah) seorang saja..
    (Qs. An Nisaa’ (4) : 3).
  10. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula
    bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah
    menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain
    tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya
    maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata.
    (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).
  11. Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW
    bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan
    golonganku !”
    (HR.      Ibnu Majah,      dari Aisyah r.a.).
  12. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang,      memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
  13. Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka
    sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu�� (HR.
    Hakim dan Abu Dawud). 14.�Jika ada manusia belum hidup bersama
    pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai
    dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi
    agamanya, sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi Allah seorang istri
    yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan
    hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” 
    (HR.      Baihaqi).
  14. Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya      ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
  15. “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah� (HR. Tirmidzi, Ibnu
    Hibban dan Hakim) : a.�Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah.
    b.�Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c.�Pemuda / i yang menikah
    karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.”
  16. “Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah
    hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih
    terpelihara.”
          (HR.      Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).
  17. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu
    beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang
    terbanyak
          (HR. Abu      Dawud).
  18. Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan
    perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya
    jumlahmu di tengah umat yang lain
    (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
  19. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga
    lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau
    perawan)
          (HR. Ibnu Ady      dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
  20. Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang
    tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah”      (HR.      Bukhari).
  21. Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup
    membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian
    orang yang memilih hidup membujang
    (HR. Abu Ya��la dan Thabrani).
  22. Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau
    bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah
    dengan perempuan terhormat
    . (HR. Ibnu Majah,dhaif).
  23. Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih
    sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak,
    meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka
    (Al Hadits).

Tujuan Pernikahan

  1. Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.
  2. Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.
  3. Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.
  4. Mendapatkan cinta dan kasih sayang.
  5. Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari      perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).
  6. Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).
  7. Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan      kekeluargaan)

Kesiapan Pribadi

  1. Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah
    istikharah. Rasulullah SAW. bersabda : ��Man Jadda Wa Jadda�� (Siapa
    yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).
  2. Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).
  3. Termasuk� tathhir (mensucikan diri).
  4. Secara materi, Insya Allah siap. ��Hendaklah orang yang mampu
    memberi nafkah menurut kemampuannya��� (Qs. At Thalaq (65) : 7)

Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan

  • Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.
  • Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.
  • Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan      dan      kasih sayang bagi orang yang menikah.
  • Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya
    kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan
    terpenuhi.
  • Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.      Rasulullah SAW. bersabda:
    “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi
    sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena
    yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan.”
          (HR. Ahmad)
    dan “Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum
    dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal
    baginya”      (HR. Thabrani      dan Baihaqi).. Astaghfirullahaladzim.. Na’udzubillahi min dzalik

Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai    berikut ini :

  • Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir,      DR, SE, SH, ST, dsb
  • Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan
    kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu’an sesuai
    dengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi
    semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri
    dengan harapan ridha dari� manusia (sanjungan, tidak enak kata orang).
    Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka
    kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)
  • Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.
  • Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal
    justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang
    haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.

Memperbaiki Niat :

Innamal a’malu binniyat……. Niat adalah kebangkitan jiwa dan
kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang
dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.

Niat Ketika Memilih Pendamping

Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang menikahkan (putrinya)
karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya,
maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang
menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan
kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya
akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus
nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang
menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena
ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan
menambah kebarakahan itu padanya.”
(HR. Thabrani).

“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin
saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena
harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui
batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang
budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama”.
(HR. Ibnu Majah).

Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat,
sebab (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan
fisiknya)
(Al    Hadits).

Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda,
��Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan,
hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama.”
(HR. Muslim    dan Tirmidzi).    Niat dalam Proses Pernikahan

Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih
terus menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya
pernikahan. Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah,
menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada
mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya’. “Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai    pemberian dengan penuh kerelaan.”(Qs. An Nisaa (4) : 4).

Rasulullah SAW bersabda : “Wanita yang paling agung barakahnya, adalah    yang paling ringan    maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang    shahih). Dari    Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, “Sesungguhnya berkah    nikah    yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)” (HR.    Ahmad). Nabi SAW    pernah berjanji : “Jangan
mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia
dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali
pernikahannya.”
(HR. Ashhabus Sunan).    Dari Anas, dia berkata :    ” Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya”    (Ditakhrij    dari An Nasa’i)..Subhanallah..

Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang
sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat,
memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan
mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat. “Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing.”    (HR. Bukhari dan    Muslim)

Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah.    Yang dimaksud    Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan    caranya harus    Billah,
sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya dalam
pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari
pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapai    keridhoan Allah.

Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ;
misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak
berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat
biasanya standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidak
dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak
disandingkan, adab mendo’akan pengantin dengan do’a : Barokallahu laka wa baroka ‘alaikum wa jama’a baynakuma fii khoir..
(Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada
kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara
berlebihan (”Dan    janganlah    bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama” -    Qs. Al Ahzab    (33),

Meraih Pernikahan Ruhani

Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada
Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya.
Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika
berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan,
pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah
seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya,
yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling
mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan
untuk Allah.

Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan
merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua
insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang
meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yang
dimaksud dengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH,
PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG
BERKUALITAS� PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)

Penutup

“Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa
yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas,
karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.”
(Qs. Al Maidaah    (5) : 87).

Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya    sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5-    6 ).

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya
cintai atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya
tuliskan. Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan
saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan
“Jazakumullah Khairan katsiira”. “Ya Allah, jadikanlah aku ridho
terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang
telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa
yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.. YA ALLAH
BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN UNTUKKU YANG LEBIH
BAIK DARINYA.. Amiin”

====================================
Dedicated to : My inspiration …. yang pernah singgah dan menghuni
“hati” …Astaghfirullah !! Saat langkah ada didunia maya, tak menapak di
bumi-Nya..Lalu, kucoba atur gelombang asa..Robbi kudengar panggilanMu
tuk meniti jalan RidhoMu.. Kuharap ada penolong dari hambaMu meneguhkan
tapak kakiku di jalan-Mu dan menemani panjangnya jalan dakwah yang
harus aku titi.. ” Saat Cinta dan Rindu� tuk gapai Syurga dan Syahid di
jalanNya makin membuncah..”
====================================

Maraji / Referensi :

  1. Majalah Ishlah, Edisi Awal Tahun 1995.
  2. Fiqh Islam, H. Sulaiman Rasyid, 1994, Cet. 27, Bandung, Sinar Baru Algesindo.
  3. Fikih Sunnah 6, Sayyid Sabiq, 1980, cet. 15, Bandung, Pt. Al Ma’arif.
  4. Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Muhammad Faudzil Adhim, 1998, Yogyakarta,      Mitra Pustaka.
  5. Indahnya Pernikahan Dini, Muhammad Faudzil Adhim, 2002, Cet. 1, Jakarta,      Gema      Insani Press.
  6. Rintangan Pernikahan dan Pemecahannya, Abdullah Nashih Ulwan, 1997, Cet.      1,      Jakarta, Studia Press.
  7. Perkawinan Masalah Orang muda, Orang Tua dan Negara, Abdullah Nashih Ulwan,      1996, Cet. 5, Jakarta, Gema Insani Press.
  8. Kebebasan Wanita, jilid 1, 5, 6, A.H.A. Syuqqah, 1998, Cet.1, Jakarta,      Gema Insani Press
  9. Sulitnya Berumah Tangga, Muhammad Utsman Al Khasyt, 1999, Cet. 18, Jakarta,      Gema Insani Press.
  10. Majalah Cerdas Pemuda Islam Al Izzah, Wahai Pemuda, Menikahlah, No. 17/Th.      2      31 Mei 2001, Jakarta, YPDS Al Mukhtar.
August 1st, 2008

bingung besok !

Posted by aku-cintateman in think and tough

tadi siang berjumpa dengan wieke dan harfan ….

duh blog so long not write into you … hehehe …

yah sedikit perkenalan aja antara agita dengan pasangan tersebut…
duh say … besok sabtu gak bisa jalan bareng yah ???

padahal ada bintur juga sih … yu ah … semoga gw bisa jalan besok sore … hehehe amin setelah mungkin bakalan ada sedikit kondangan kalo jadi …

duh gaji kuw dipototng 200rb gitu …

huehehehe …
ngantuk bosan deh …
mau ngapain lagi …

masih sms-an ama rio juga dengan sayang kuw …

dah ah … tapi kangen iy ama anak2 … kemaren aja sempet ketemu ria ama tiwi yang mau maju sidang tanggal 8 gitu …

dan tadi jumat pagi ketemu ama topan (yang katanya baru ditinggal ama ibundanya) plus tria … gw tadi engga endang mau ngebahasa nasib topan … ya udin jadinya ngebahas pakeannya yang rapih bener gitu ..

hehehe … kangen ama kamu sayang dan anak2 yang laen …

  • Monthly

  • Blogroll

  • Meta: